Assalamualaikum teman teman..
Masih seputar jualan online. Nah, Anda pernah mendengar salah satu tips laris yang mudah sekali dipraktekkan oleh siapapun. Yups, hanya dengan modal narsis. Salah satu rumus sakti para penjual online adalah
NARSIS + EKSIS + PAMER = LARIS
Jadi kalau Anda ingin laris, kunci utamanya adalah narsis, eksis dan pamer.
Narsis itu tidak harus selfie foto sendiri, tapi bisa dengan foto orang lain ataupun foto barang. Boleh foto narsis dengan objek kalkulator, HP atau barang dagangan.
Yang kedua, cobalah untuk eksis diberbagai grup yang bermanfaat. Sering berinteraksi dengan orang - orang yang positif, selain dapat meningkatkan semangat juga bisa menarik aura positif untuk hadir di dalam diri kita lhoo. Pasti semua tau kan ya salah satu nasehat lama "dekat dengan penjual parfum pasti akan terkena harumnya. Sedangkan dekat dengan penjual ikan juga akan terkena bau ikannya".
Nah, pastikan detik ini juga Anda berada didekat orang orang yang positif dan penuh semangat karena berdasarkan penelitian masa depan Anda akan dipengaruhi oleh beberapa hal salah satunya adalah dengan siapa Anda berteman.
Lanjut soal pamer. Kalau ada yang bilang "Iya kakak enak udah jualan lama, udah sering closing. Lah kita yang masih baru mulai jualan begini apa yang mau dipamerin kak?"
Tenang teman teman.. Sebenernya soal "pamer" itu adalah soal permainan kata dan permainan kalimat. Jadi, dalam berjualan online selain Anda harus bisa menampilkan foto dengan baik Anda juga harus pandai membuat kalimat penjualan. Salah satunya kalimat yang berisi tentang pamer. Apa saja yang bisa kita pamerkan di media sosial? Nah, pamernya yang baik baik & yang ada kaitannya dengan bisnis yang Anda jalankan misalnya, foto pengiriman paket, testimoni dari konsumen Anda, screenshoot chating orderan Anda dengan konsumen, foto resi pengiriman dll.
Tapi Anda jangan salah, tujuan kita pamer itu bukan untuk sombong sombongan. Tetapi untuk menunjukkan kepada calon konsumen Anda, bahwa toko online Anda itu ramai sehingga dapat meningkatkan tingkat kepercayaan calon konsumen untuk kemudian berbelanja kepada Anda.
Selalu komunikasikan semua kegiatan bisnis Anda melalui media sosial. Sebab hanya dengan Anda mengkomunikasikan, hanya dengan Anda pamer calon konsumen tau bahwa toko Anda sedang ramai. Beda dengan toko offline, ngga perlu pamer saja calon konsumen yang berkunjung sudah pasti bisa melihat keadaan toko sedang ramai atau engga.
Nah, kembali lagi mengenai pamer yang katanya adalah soal permainan kalimat. Anda masih ingat ketika sekolah dulu guru bahasa Indonesia pernah menjelaskan mengenai "kalimat ambigu"?
Apa itu kalimat ambigu? Yups, kalimat ambigu adalah kalimat yang memiliki lebih dari satu makna. Cobalah sesekali Anda pamer di media sosial Anda dengan menggunakan kalimat ambigu.
Contohnya"
- "Alhamdulillah, hari ini datang plain laura puluhan pcs langsung sold out"
Penjelasannya :
- Sold out disini artinya adalah terjual. Jadi misalnya kita bisa menjual 1pcs aja dari sekian barang yang datang itu sudah bisa dikatakan sold out. Tapi kebanyakan orang berasumsi bahwa sold out ini terjual habis, padahal maksud kita adalah sold out = terjual beberapa pcs saja.
- Alhamdulillah, hari ini datang plain laura puluhan pcs, jadi sebenernya kita ngga mengatakan bahwa plain laura tersebut datang ke rumah kita. Tapi bisa jadi datang di agen atau bisa datang di MM pusat. Tapi orang bisa berasumsi plain laura tersebut datang ke rumah Anda.
- "Alhamdulillah, kita sudah bisa memasarkan ribuan pcs British Propolis dalam waktu enam bulan"
(Maksudnya ini terjadi di seluruh tim MM, karena kata "kita" itu mewakili seluruh tim MM bukan Anda sendiri)
-"Alhamdulillah, sudah terjual hampir ratusan pcs"
(Mungkin bisa jadi terjualnya kurang dari 100pcs, bisa jadi 50pcs atau 90pcs. Ini yang dikatakan "hampir ratusan")
-"Alhamdulillah hari ini bergonya laris manis"
- "Sejak gabung di MM, aku jadi bisa nambah penghasilan hingga jutaan per bulannya.
- "Alhamdulillah kami dapat mendistribusikan puluhan hingga ratusan pcs jilbab setiap harinya"
Dst.
Intinya adalah membuat status yang berupa kalimat ambigu yang dapat menimbulkan calon konsumen menjadi penasaran dengan aktivitas bisnis Anda.
Silahkan Anda praktek.
Karena ilmu ini adalah ilmu praktek, Anda tidak akan menguasai dan mendapatkan hasil yang maksimal jika malas untuk praktek.
Sekian dari saya. Sampai bertemu kembali dipembahasan selanjutnya.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

0 komentar:
Post a Comment